Jumat, 12 Februari 2010

cerpen.

Laki-laki Jatuh Cinta

Puber. Itu kata guru biologiku. Tapi, temanku, Jasmin, lebih senang menyebutnya mamalia, alias mengunyah untuk kedua kalinya. Jasmin memang paling ekstrim dan aneh. Segala sesuatu dalam pikirannya selalu unik, tak terduga.
"Kau baru dikunyah lagi!" katanya sambil mengunyah permen karet.
"Apanya yang dikunyah lagi?" tanyaku heran karena tidak mengerti maksudnya."Apa hubungannya orang sedang bingung dengan dirinya sendiri dengan mengunyah?"
"Ah, bodoh kau ini. Masak gitu aja tak mengerti?! Payah!" Dia lalu mengunyah permen karet yang kedua. "Begini," lanjutnya. "Semua yang ada di dunia ini saling berkaitan. Jadi, apapun bisa dihubung-hubungkan. Masih bingung kau?" dia melototi mataku yang masih heran. Aku menahan tawa dalam hati karena tingkahnya lucu sekali. Aku mengangkat bahu tanda tak mengerti.
"Bego kau ini, masak gitu aja ga mengerti?" Ia menghela nafas dan mengunyah permen karet itu lagi.
"Ibaratnya nih, kau sedang lahir kedua kalinya. Artinya, kelahiranmu yang pertama hanya sekedar membuka mata saja, ga mikir. Cuma nongol doang, lalu mutar-mutar sampai 14 tahun dan tidak tahu apa-apa. Makanya, matamu bersih kayak bayi, terlalu sering ditutupi sampe ga sempat cuci mata hahahha.." ia tertawa. Aku ikut tertawa.
"Huss…jangan ketawa. Ngerti ga maksudku?" katanya sambil menjuntul kepalaku. Aku hanya menggeleng. Sebenarnya, aku mengerti maksudnya, cuma tingkahnya membuatku melupakan logikaku dulu.
Karena tidak puas dengan jawabanku, Jasmin segera pamit dan pergi meski omelannya turut menghiasi wajahnya.

Beberapa hari yang lalu, aku tidak bisa tidur nyenyak. Di tengah malam, mataku susah untuk dipejamkan. Jangankan bermimpi, masuk ke alam tidur aja, susahnya minta ampun. Akibatnya, lingkaran hitam mengelilingi kelopak mataku. Hiasan hitam itu diperparah lagi dengan mataku yang selalu ngantuk saat jam pelajaran.

"Kekuatan mata itu hampir sama kinerjanya dengan listrik. Kalau dayanya sudah berkurang, maka bisa dipastikan cahayanya akan berkurang. Begitu juga dengan matamu!" teriak Pak Gilang menasehatiku setelah menangkap basah aku yang tertidur pulas saat jam pelajaran Fisika.

Aku dihukum berkali-kali oleh beberapa guru. Mulai dai cuci muka, menulis esei, sampai mengepel lantai ruangan. Tapi itu tidak seberapa. Yang membuatku tersiksa justru sesuatu yang mengganggu ini. Perempuan. Ya, perempuan. Aku menemukannya dalam mimpiku tadi siang, saat Pak Ihcsan memergokiku tidur saat pelajaran Sosial. Perempuan itu telah menampakkan wajahnya. Karena itu, aku bisa tertidur pulas. Aku senang sekaligus juga tersiksa.

"Barangkali, kau sedang jatuh cinta, Simon," begitu terang teman-temanku saat tahu aku tidak pernah konsentrasi.
"Biasanya, cinta itu membuat semuanya jadi kacau, apalagi kalau cintanya bertepuk sebelah tangan," tambah mereka lagi.
Aku semakin pusing. Apa betul ini yang namanya jatuh cinta? Ah, aku harus bertanya pada seseorang tentang ini. Akhirnya, kuputusakan untuk bertanya pada guru BP alias guru konseling.
"Apa???!!!" teriak Bu Lastri sambil berdiri. Matanya melototi aku dengan beringas.
Aku terperanjat melihat reaksinya. Padahal, aku cuma mengatakan satu kalimat.
"Kau tanya tentang cinta?" teriaknya lagi. Matanya coklat. Indah sekali. Namun tubuhnya, gemuk seperti tong sampah di sebelah rumahku. Tampangnya menakutkan. Namun, aku tertawa dalam hati melihat keterkejutannya.
"Sini kamu!" Ia menyuruhku mendekat. Aku setengah takut.
"ceritakan, apa maksudmu tentang cinta?" ia bertanya penasaran. Jarak antara aku dan Bu Lastri tidak lagi berjauhan. Kini tinggal satu meter. Ia mendongakkan kepala menunggu jawabanku. Alis matanya dimainkan, genit sekali.
"Saya cuma mau tanya, Bu. Bagaimana rasanya kalau jatuh cinta?"
"Lha, kamu sedang jatuh cinta ya, hayoo…" Bu Lastri jadi cengengar-cengingir.
Dia yang tadi setengah kaget, sekarang tersipu-sipu.
"Bu, kalau saya tahu, bagaimana mungkin saya ke sini?" jawabku kesal.
"Lalu siapa dong yang jatuh cinta?"
Aku jadi bingung. Jawabannya belum kutemukan. Mungkin saja aku.
"Anu Bu. Saya Cuma dibilangi teman-teman. Katanya, kalau orang sedang jatuh cinta, apa betul susah tidur?" tanyaku dengan polos.
Bu Lastri berpikir sejenak. Sejurus kedua bola matanya beralih ke kanan atas. Aku mengikutinya. Gayanya semakin keren tatkala ujung jari telunjuknya bergerak-gerak di bibirnya. Ia seperti komputer pentium 2, loading, alias sedang mikir. Aku menunggu sekitar sepuluh menit. Rasanya hampir setahun, setelah itu ia menjawab.
"hmmmm…dulu Ibu juga begitu," jawabnya. Aku terperangah. Setahuku, Bu Lastri belum kawin, apalagi punya pacar. Ya, bukan bermaksud mengejek sih. Badannya memang tidak menarik. Malah, ia dijuluki satpam sekolah. Tampangnya sangar seperti Tike Panggabean, badannya tinggi, gempal, dan….gemuk tak karuan. Kalau sedang berjalan, ia seperti kerbau dicucuk hidungnya. Lantai sekolah seringkali bergetar. Kalau sudah begitu, murid-murid pasti tahu keberadaannya.
"Hah?" aku bereaksi spontan. Reaksiku malah membuat Bu Lastri tersipu-sipu.
"Iya. Ibu dulu begitu. Kamu jadi mengingatkan saya tentang cinta pertama Bu Lastri saat kuliah dulu, Romantis sekali". Bu Lastri menjadi sumringah. Ia menebar senyum di bibirnya. Ia melangkah ke ujung ruangan, lalu membuka sebuah buku. Aku mengamati tingkahnya. Lalu, ia membolak-bolak buku itu dan berhenti pada satu halaman. Ia seperti terkubur di sana. Hanya senyumnya yang tak kunjung berhenti mengulum. Ia sedang kasmaran. Lalu, ia membawa buku itu padaku.
"Kau betul-betul mengingatkan Ibu tentang masa lalu". Ia menarik nafas dan membuangnya sembarangan. Uh..nafasnya bau sekali. Aku tidak tahan dan segera mundur. Namun, ceritaku menjadi pemantik keceriaannya. Ia tidak tahu kalau aku sedang menahan uap nafasnya yang bau.
"Ibu hanya bisa mengatakan bahwa cinta memang bisa membuat sesuatu menjadi aneh," terangnya lagi. Ia kemudian duduk lagi sambil memegang buku itu.
"Buku ini adalah kenangan masa laluku. Kau mengingatkannya kembali. Sudah begitu lama!" desahnya.
Aku tak habis pikir. Apa ia juga sedang jatuh cinta? Atau sedang jatuh cinta pada masa lalunya? Entahlah. Yang aku tahu, Bu Lastri menjadi asing bagiku. Ia sudah seperti momok bagiku. Namun, kali ini, ia menunjukkan sisi lain kepribadiannya. Kesimpulanku hari ini: cinta memang bisa membuat orang menjadi lain dan terkadang aneh.

"Bu," sahutku. Bu Lastri sibuk dengan lamunannya. Ia kemudian memandangiku setelah sadar dengan raut wajahkku yang kebingungan. Ia memperbaiki posisi duduknya dan mengajakku berbicara.
"Simon, cinta itu memang bisa mengakibatkan penyakit. Namanya penyakit cinta. Siapapun yang terkena virusnya, ia akan berubah menjadi lain. Salah satunya adalah pikiran yang tak pernah damai dan tenang. Perkataanmu tadi betul adanya. Bisa jadi kita tidak bisa tidur karena terlalu memikirkannya". Ia kemudian bercerita tentang cinta pertamanya. Kisahnya sangat romantis. Namun, akhir ceritanya tidak menyenangkan. Karena kehilangan kekasih, Bu Lastri memutuskan untuk tidak menikah. Ia tetap setia pada kekasihnya yang telah meninggal dunia. Ia memutuskan untuk menjadi lajang.
Setelah diakhiri dengan tangisan yang memilukan, ia memintaku untuk segera keluar dari ruangannya. Ia berpesan agar tidak membocorkan rahasianya. Aku menjadi heran.

***
Dia selalu saja hadir di sana, mimpiku. Aku memang mengenalnya. Namun tak memiliki keberanian untuk sekalipun berbicara dengannya. Perempuan yang juga menjadi siswa di kelas sebelah. Kelas 8. Aku sekarang duduk di kelas 9. Pertemuanku dengannya hanya kebetulan saja. Pertemuan antar ketua kelas menjadi kenangan pertama kami. Ia duduk di sebelahku saat ketua OSIS memimpin pertemuan.
Tak lama setelah itu, ia berpendapat tentang kegiatan sekolah yang akan diadakan bulan depan. Ia mengusulkan agar sekolah mengadakan pentas seni tentang budaya Indonesia. Idenya sangat brillian. Ia ingin mengadakan parade pakaian tradisional Indonesia dengan design modern. Semua siswa diminta untuk merancang sendiri pakaian daerah di Indonesia kemudian mewujudkannya dalam pagelaran pentas seni.
Aku senang melihat keberaniannya saat pertemuan itu. Ia sungguh luar biasa. Diam-diam aku mengaguminya. Ia sangat elegan dan cantik. Sejak saat itu, aku sangat merindukannya. Entah kenapa. Namun, aku hanyalah lelaki yang belum mengenal cinta. Semuanya terasa asing bagiku.
"Gila Kamu, Mon. Gitu aja dibikin pusing!" hardik Reno teman baikku. Dia terkenal playboy di sekolah. Menurut kabar, dia sudah berpacaran sebanyak 5 kali sejak SD. Tampangnya memang oke, apalagi otaknya, encer kayak air sungai. Ditanya apapun, dia langsung menyahut. Jawabannya sangat menyakinkan. Ga salah kalau cewek-cewek langsung naksir sama dia.
"Tenang aja. Dulu aku juga begitu. Tapi, sebagai laki-laki, jangan pernah menyerah. Urusan cinta mah kecil. Gampang! Tinggal bilang, yakinkan dan kejar terus. Yang penting, kita tetap berusaha. Kalau perlu, ga usah malu sekalian. Tembak terus, pasti dia bakalan menyerah. Kalau sampai ga, umumin kalau dia ga laku biar semua orang pada ga suka sama dia. Mau?"
"Gila kamu, No. Aku tidak mau pakai cara yang begitu. Itu namanya pemaksaan. Cinta tidak boleh dipaksa!" kataku tidak setuju.
"Itu bukan pemaksaan tapi pengorbanan. Kalau diam saja, ya percuma. Kamu yang sakit sendiri. Cinta itu butuh perjuangan. Jangan menyerah. Kalau tidak jadi pun ya pake prinsipku. Patah tumbuh hilang berganti. Satu mati tumbuh seribu!" jawabnya dengan pede.
"Ngawur kamu. Memangnya kita mau nanam pohon atau cinta. Salah kamu, No. Cinta memang butuh pengorbanan, tapi harus tetap menghargai wanita. Mereka juga kan manusia. Masak disamakan dengan pohon? Gila kamu!"
"Lho, yang nyamain dengan pohon siapa? Itu kan prinsip cintaku. Kalau kamu ga setuju juga gapapa. Tapi ingat, cinta bertepuk sebelah tangan itu..ibarat hidup setengah badan alias lumpuh, kaku, dan mati rasa. Hidup rasanya berjalan setengah. Kamu sekarang kayak gitu. Aneh dan pengecut. Masak nyelesaian itu ga berani? Mikir dong, Mon. Jantan dikit!" Ia mendesakku. Aku sedikit tersinggung.
"Ya juga sih. Kata teman-teman aku sedang jatuh cinta. Tapi..aku juga bingung. Apa ini yang namanya cinta?"
"Kalau bukan cinta, ya apalagi? Masak gejala sinting? Atau jangan-jangan kamu memang mau jadi sinting hahahhahah….!" ia tertawa terbahak-bahak. Aku menerima saja.
"Maaf, aku tidak bermaksud begitu," katanya lagi. "Aku Cuma kasihan melihat kamu. Maklumlah, kamu kan belum berpengalaman. Tapi..aku mau membantumu keluar dari perkara ini. Sebenarnya gampang, asal kamu mau menurut. Perkara diterima atau tidak, kita harus bijaksana. Cinta tak boleh dipaksa, kan?" ia melirikku.
"Bagiku, cinta itu adalah pilihan. Kalau kita berhenti atau mundur, sama saja dengan hancur. Jangan mau lebur sebelum bertempur. Ingat itu. Mari buktikan. Cinta hanyalah perjalanan yang membawa kita mengenal perempuan. Manusia yang paling misterius." Ia tampak sangat bersemangat.
"Lalu, apa yang akan aku lakukan?"
"Tenang saja, kawan. Semua ada rumusnya. Cinta itu masalah matematika. Mainkan rumusnya, dapatkan hasilnya. Kalau salah rumus, cari rumus yang lain. Kalau tidak ketemu, pake rumus pytagoras. Semuanya akan menemukan sudut cintanya masing-masing. Tinggal koneksi aja. Kalau sudah pas, bilang saja."
"Aku tidak mengerti," kataku.
"Bodoh benar kau ini. Begitu saja tidak mengerti. Mau bahasa yang lebih sederhana? Gini maksudku.
"Cinta itu sama dengan x. Kamu variabel pertama dan dia variabel kedua. Nah, kalau mau menemukan x, maka samakan variabelnya. Itu baru namanya klop. Ngerti?"
Aku menggeleng. Ia menggerutu. Ia diam sebentar sambil berpikir.
"Nah, gini. Kalau sampe kamu tidak mengerti, maka kamu memang mahluk Tuhan yang paling botol alias bodoh dan tolol. Imut alias idiot tak bermutu. Ngerti kamu?" ia menggertak. Dia lalu membuka buku catatan dan menuliskan guratan hitam di sana. Di sana, terpampang gambar wanita dan laki-laki. Jaraknya berjauhan.
"Gelombang elektromagnetik, itu mampu membangkitkan getaran cinta. Nah, kamu kan sedang jatuh cinta nih, energimu cukup besar, namun tidak beraturan. Kamu harus fokus dan tenang. Jangan panik kalau bertemu dengan dia. Meski jantungmu deg-degan, tunjukkan kalau kamu berwibawa. Kalau sudah begitu, secara otomatis, energi cintamu akan berpindah ke dia. Ia akan merasakannya. Ingat, perempuan itu sangat peka dengan tatapan, perhatian, dan charming alias auramu. Jangan biarkan dia ilfil ketika melihat kamu. Sampai di sini mengerti?"
Aku mengangguk.
"Gitu dong. Dari tadi kek. Kita lanjutkan," katanya sambil mempresentasikan tips-tips cintanya.
"Kamu harus menyamakan frekuensimu dengan dia. Buat dia mengenal kamu secara tidak langsung. Setelah itu, pedekate alias pendekatan. Jangan langsung main hakim sendiri. Rasakan kehadirannya dan bawa dia mengikuti permainanmu. Bicaralah dengannya secara perlahan-lahan. Jangan menunjukkan sikap yang berlebihan. Biasa saja. Memang rasanya sulit, tapi sebagai laki-laki, kita harus menunjukkan wibawa kita. Mengerti?"
Lagi-lagi aku mengangguk.
"Nah. Cara praktisnya adalah begini. Rumusnya: X + Y = Cinta. X harus melakukan permutasi dengan menjadi O + W = TP. O adalah observasi dan W adalah wibawa. Hasilnya TP atau tebar pesona. Kemudian, TP + Skill : Pengorbanan = perkenalan. Nah, di sini, Perkenalan harus dikuadratkan menjadi keberanian. K atau keberanian harus berbanding lurus dengan waktu dan emosi. Kalau sudah terpenuhi, tinggal cari waktu dan nyatakan cintamu. Buat dia tergila-gila padamu. Tunjukkan potensimu. "
Reno lalu memberi ide untukku. Aku mempercayainya. Aku memberanikan diri untuk membuktikan hipotesisnya. Dan hari itu, aku mengawali petualangan baru, menjadi orang baru yang sekaligus juga aneh.

***
"Bagaimana hasilnya?" tanya Reno dan kawan-kawan menghampiriku. Aku berjalan lesu.
"Dia menolakmu?" desak mereka lagi.
Aku menggeleng. Mereka berkerumun dan sibuk bertanya pada diri mereka sendiri.
"Sudahlah. Hidup harus berjalan," rajuk Reno. Ia duduk di sampingku. Suasana menjadi sepi. Teman-temanku yang lain menggerutu dengan diri mereka sendiri. Banyak di antara mereka tidak percaya. Setelah hampir 3 bulan, aku sudah menjalankan ide Reno. Awalnya berjalan manjur, dan….
"No, kamu menipuku," bibirku terasa bergetar. Reno tersentak.
"Maksudmu?" tanyanya.
"Kau memang betul dengan semua teorimu, tapi…tidak pantas untukku," kataku menahan sakit di hati. "Aku bukanlah orang yang tepat dengannya."
"Kenapa? Ada apa denganmu?" Reno mendesakku lagi. "Bukankah semua kulakukan untuk membantumu? Apa yang salah?"
Aku menarik nafas, mencoba mengingat kembali pertemuan kemarin.
Hujan masih belum reda saat aku mengunjungi rumahnya. Teori pertama yang dianjurkan Reno ternyata manjur. Perkenalan dengan keluarganya telah berhasil kuatasi. Variabel sampingannya telah sukses teratasi. Teori kedua tentang aura, juga sudah kulakukan. Tak butuh beberapa lama untuk meyakinkan dia mengenalku dan mau berteman denganku. Teori ketiga, teori momentum. Ini adalah teori terakhir yang tidak berhasil kulakukan.
"Teorimu yang ketiga tidak pas untukku, No," aku mendesis. Ia mendengarkan. "aku tidak sepenuhnya kecewa. Paling tidak, ada yang pantas kubanggakan yang akan kuberitahukan padamu."
Ia semakin bingung.
"Maksudmu? Kau ditolak tapi tetap senang?"
"Ya".
"Aneh. Kamu memang aneh. Akhir dari perjuanganmu memang seharusnya sedih. Tapi, aku tidak melihat kesedihan itu dalam wajahmu".
"Ya. Aku akan tetap tersenyum. Kau kan yang bilang begitu. Lagipula, cinta kan tidak bisa dipaksa dan tidak harus memiliki." Dalam hati aku menangis. Aku tidak bisa memilikinya.
"Ini, ada sesuatu untukmu," kataku sambil memberi dia selembar surat yang dibungkus dalam amplop putih.
"Surat? Surat dari siapa?" Dia sempat menolak.
"Bacalah setelah aku keluar dari ruangan ini. Gunakan logika dan kepintaranmu. Aku cuma meminta satu hal untukmu. Jangan mengecewakan dia." Lalu aku meletakkan surat itu di meja dan meninggalkannya.

Aku tahu, aku bukanlah laki-laki yang sedang dipilih cinta untuk menjadi kekasihnya. Meski gayung tak bersambut, aku tidak akan kecewa. Cinta memang tak harus memiliki sebab cinta juga pemilih. Hari ini, aku akhiri petualanganku dengan dia. Kulepaskan dia untuk temanku, Reno. Sejak dulu, dia ternyata memilih Reno ketimbang aku. Selama ini, ia hanya menginginkan Reno, sosok yang dia idamkan. Aku hanyalah pembuka jalan untuk memberitahu keinginannya. Pengakuannya yang jujur mungkin membunuhku tadi malam, namun kehidupan yang dia jalani ternyata tidak adil untuk dia. Tidak adil untuk aku juga. Dia telah menahan begitu banyak penderitaan, bertahan hidup karena sosok Reno. Penyakit yang dia derita sebenarnya sudah merenggut hidupnya sejak dulu. Namun, satu tahun silam, ia merasakan getaran hidup yang tak pernah dia rasakan sejak mengenal Reno. Ah, aku adalah laki-laki yang jatuh cinta pada ketiadaan, bayangan perempuan yang terenggut oleh cintanya pada orang lain.

Cowok ”Aquarium”

cerpen-cowok-aquariumRANI sudah dua bulan ini rajin banget pergi ke perpustakaan umum di kotaku. Sekitar jam delapan pagi, di hari minggu, pasti dia sudah bersiap sedia pergi ke sana. Aku sendiri tak tahu mengapa. Rani hanya bilang, dia sedang mengamati seseorang yang di sebutnya cowok “aquarium.” Awalnya sih Rani penasaran dengan bangunan gedung perpustakaan yang megah itu. Waktu itu aku juga diajak sama Rani untuk menghilangkan penasarannya. Tapi Rani jadi ketagihan. Aku sesekali juga mau datang. Tidak saban minggu kayak Rani. Aku lebih senang menyendiri di kamar untuk nyelesain cerpen atau artikel yang kadang kukirim ke sebuah media. Yah, meski belum tenar seantero nusantara tapi cerpenku kadang muncul di media lokal di kotaku. Honornya cukuplah untuk menambah koleksi bukuku.

Hingga kemudian mulailah ia bercerita setiap pulang dari perpustakaan tentang seorang cowok yang dilihatnya di sebuah ruangan yang berbentuk mirip aquarium, karena dinding-dindingnya terbuat dari kaca berbentuk lingkaran.
“Fat, aku tadi tanpa sengaja ngeliatin cowok yang cool banget deh…”, cerita Rani pada suatu siang menjelang sore, tanpa mempedulikanku yang masih belum bangun dari tidur siangku, kecapekan habis menyetrika.

“Apa, Ran? Es cool?” tanyaku sambil membuka mataku.
“Aduh, Fat…Fat. Makanya, bangun dong! Aku mau cerita nih”, katanya sambil menarik tanganku untuk duduk.
“Ada apa sih, Ran?”
“Fat, tadi aku ngelihat cowok yang, aduh…cool banget di perpustakaan.”
“Cool….cool gimana sih?”
“Gini, Fat. Mata dan wajahnya itu lho teduh banget. Belum pernah aku ketemu cowok yang seperti itu.”
“Teduh gimana sih, Ran. Kayak pohon beringin saja, bikin teduh?!”
“Yah, pokoknya kalau kamu bertemu mata sama dia, pasti nggak ku-ku deh… Dia sih sebenarnya nggak cakep-cakep amat, tapi kayaknya pesonanya bisa membuat hati cewek-cewek membeku deh…”
“Ah, kamu Ran. Sok puitis banget. Kayak sudah kenal aja. Memangnya gimana kamu ketemu cowok itu?”
“Aku sih belum bertemu langsung dengannya. Cowok itu duduk di aquarium perpustakaan. Aku yang duduk menghadap aquarium tanpa sengaja melihat dia. Eh, dianya juga pas ngelihat aku. Tapi cuma sebentar, dia langsung menundukkan wajahnya lagi baca buku.”

Aku masih terdiam menatap Rani yang bercerita dengan penuh semangat.
“Tapi tak lama datang dua cewek, terus deh mereka ngobrol. Kayaknya lagi diskusi. Yah, aku sih masih curi-curi pandang sama dia. Engggg…tapi sebentar…..”, kata Rani sambil memegangi perutnya dan berlari keluar kamar.
Aku sih masih bisa dihitung datang ke perpustakaan itu. Aku kadang sibuk dengan tugas kuliah atau kadang ada acara di organisasi kepenulisan yang kuikuti sejak dua tahun lalu.
“Tapi, Fat, aku bertekad suatu hari nanti aku harus berkenalan dengannya”, suara Rani yang tiba-tiba sudah ada di depan pintu kamar.

“Tapi udahlah ceritanya ya, aku capek, mau istirahat sebentar,” kata Rani sambil berbaring di kasurnya. Dipasangnya headphone ipod-nya, dan tertidur pulas. Kebiasaan Rani yang sering kuprotes, tidur sambil dengerin ipod. Rani cuma menjawab, ”Habis tak bisa tidur, Fat, kalau tak dengerin lagu. Tapi sekalian minta tolong deh matikan ipodku kalau aku ketiduran ya..”
Aku hanya bisa nyengir kuda mendengar jawabannya.
Kutengok jam weker di atas meja belajarku. Jam 3 sore. Sambil menunggu azan Ashar, kuhidupkan komputerku. Ada dua buah puisi yang siap kukirim ke redaksi salah satu koran di kotaku. Minggu kemarin cerpenku juga dimuat di sana. Komputerku ini kubeli juga karena aku juara 2 lomba menulis cerpen tingkat propinsi di kotaku, yang diadakan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan setahun yang lalu. Lama-lama asyik juga menulis, bisa menghasilkan uang.

***
Tiga bulan berlalu Rani masih menjalankan aktivitas mingguannya, yaitu mengunjungi perpustakaan. Ceritanya masih sama tentang cowok itu dan Rani belum juga bisa berkenalan dengannya. Rani…Rani…, semoga engkau jatuh cinta sama buku-buku yang ada di perpustakaan itu, bukan pada cowok yang ada di “aquarium” itu.

***
Namun sudah hampir dua minggu ini Rani tak pernah pergi lagi ke perpustakaan. Ketika kutanyakan sebabnya, Rani menjawab, “Males, Fat, cowok itu sudah hampir sebulan nih tak ada lagi di “aquarium” itu.”
“Habisnya kamu niatnya ke perpustakaan cuma mau melototin cowok itu, jadinya cowok itu merasa risih dan males juga ke perpustakaan. Atau malah ganti tempat, nggak di “aquarium” itu lagi.”
“Eh, siapa bilang cuma melototin cowok itu. Aku pinjem buku juga kok di sana. Tapi boleh kan sambil menyelam minum air gitu…”
“Ya udah, paling-paling kembung perutnya karena kebanyakan minum,” jawabku nggak nyambung.
“Terus gimana, Fat, padahal aku sudah merasa berdesir hatiku sebelum sampai di “aquarium” tempat cowok itu. Kasih ide deh, Fat…”
“Kamu tuh Ran, belum kenal aja sudah jatuh cinta. Tapi begini saja, kamu kelilingi aja perpustakaan itu dari lantai dasar sampai lantai paling atas, siapa tahu ketemu.”
“Ide yang cukup gila, bisa besarlah betisku yang udah nggak ramping ni, Fat!”
“Ya, gimana lagi. Atau untuk mengisi hari minggumu biar lebih bermanfaat, ikut privat menulis saja di organisasiku. Nanti aku bilangin sama yang biasa ngisi privat. Cowok lho, Ran…ganteng lagi.”
”Tapi berapa biayanya? mahal nggak, Fat? Siapa tahu sambil menyelam minum air juga.. hi…hi…hi… ”
“Kamu ini niatnya! Nanti kembung lho!”
“Iya deh, Fat, bercanda. Aku mau kok jadi penulis kayak kamu. Cuma rasanya aku nggak berbakat.”
“Alah, tenang, nggak perlu bakat kok. Yang penting minatnya. Masalah biaya nanti kalau cerpen kamu sudah dimuat di media, barulah dibayar.”
“Wah, sama aja ngutang, Fat. Tapi kalau nggak dimuat-muat berarti nggak bayar dong?”..
“Eit, tunggu dulu…Pak Guru privatnya garansi sampai bisa dimuat kok…”
“Ok deh kalau gitu, aku mau. Pesenin ya, Fat, kalau aku mau privat nulis.”
“Ok, besok aku ada pertemuan. Nanti kutanyakan bagaimana, di mana dan kapannya. Tunggu aja besok.”

***

Akhirnya privat menulis itu sepakat pertemuannya dilaksanakan di perpustakaan kota setiap hari minggu. Di “aquarium” di lantai satu jam setengah sembilan pagi. Ketika kusampaikan hal itu pada Rani, Rani terkejut.
“Kok di “aquarium” perpustakaan?”.
“Memangnya kenapa, Ran? ‘Kan enak di ruang diskusi tak mengganggu orang lain.”
“Enggak apa-apa sih, cuma di “aquarium” lantai satu itu mengingatkanku pada cowok cool itu. Di sanalah dia sering berdiskusi”.

“Alah, Ran, kamu selalu teringat sama cowok “aquarium” itu. Memangnya yang pakai “aquarium” hanya cowok itu apa? Lagian Bang Dani yang nanti ngajar privat kamu bilang kalau nanti ruang diskusi lantai satu terisi, ya pindah ke tempat lain, begitu pesannya.”
“Ya, udah deh…Tapi jadi ngingetin aku sama cowok itu, Fat…”
“Udahlah, Ran, nanti untuk pertemuan pertamanya aku temenin deh…”

***
Akhirnya waktu yang telah disepakati tiba. Aku dan Rani berangkat lebih awal agar tidak terlambat. Kami sudah duduk manis menunggu di “aquarium” sambil membaca koran yang bisa dipinjam gratis di sana. Tak lama Bang Dani pun datang. Aku berbisik pada Rani yang sedang asyik membaca sambil menunjuk seseorang yang berjalan menuju “aquarium” ini. Segera Rani menoleh menuju orang yang kusebut. Namun sesaat Rani bengong dan wajahnya merah padam bak kepiting rebus. Segera dia memalingkan wajahnya kepadaku sambil berkata, ”Fat, itu cowok cool yang sering kuceritakan itu…”

“Jadi cowok itu Bang Dani, Ran…?”
Rani hanya menganggukkan kepalanya sambil ditelungkupkan wajahnya ke meja. Sesaat aku pun hanya bisa terdiam tak tahu harus berbuat apa, hingga salam Bang Dani menyapa kami. ***

cerpen

Panggil Aku “Miss Late”

Kakiku menyusuri trotoar jalan yang sempit. Pagi itu semua aktivitas dimulai, di pagi Senin yang melelahkan. Hari di mana aku harus mengumpulkan tugas kimia dan fisika, yang di dalamnya terdapat banyak rumus yang tak kumengerti. Serta tak luput hafalan Bahasa Prancis, yang jelas tujuan pembelajarannya (mungkin berguna bagi mereka yang bisa ke Prancis dan bertemu Zinedine Zidane). Tapi pelajaran itu sungguh sangat membosankan bagi orang sepertiku. Karena untuk bermimpi pergi ke negara se-Asia saja aku tak sanggup, apalagi sampai ke benua Eropa yang di dalamnya terdapat banyak ilmuwan terkenal itu.

Berbeda sekali dengan Stela yang sudah berkeliling dunia (ceritanya pada saat pelajaran bahasa Indonesia). Aku benci mendengarnya. Oh Tuhan, rasanya aku ingin kembali ke rumah dan bilang kepada ibu bahwa kepalaku sakit sekali memikirkan apa yang akan terjadi hari ini. Tapi aku harus optimis, walaupun aku sudah tahu nanti sesampainya di sekolah, aku akan belajar di luar hingga pelajaran pertama usai. Karena belum bisa mengumpulkan tugas kimia tepat waktu. Sungguh, hari-hariku tak lepas dari penderitaan.
Dugaanku benar, Ibu Zenith tak sedikitpun kasihan padaku, yang tiap harinya menderita karena PR yang menumpuk di rumah. Dia memarahiku habis-habisan dan membuang 15 menit waktu mengajarnya hanya untuk menceramahiku tentang kebiasaan jelekku. “Kamu ini, kapan sih mau berubah! Nggak pernah rapi, sering terlambat ke sekolah. Bahkan kebiasaan terlambat kamu itu juga menular dalam mengantar tugas. Mau jadi apa kamu, Joan?” ceramahnya padaku.
“Tapi hari ini saya nggak terlambat kok, Bu…” belaku.

Ibu Zenith semakin berapi-api mendengar pembelaanku, hingga akhirnya aku pun kalah di meja hijau. Dan kartu merah yang dilayangkan wasit Zenith membuatku terpaksa keluar dari lapangan dan meninggalkan kompetisi ini. Sungguh melelahkan menunggu di luar hingga pelajaran pertama usai.
Pagi ini, kimia sudah membuatku apes. Belum lagi menjadi pusat perhatian anak-anak di kelas sebelah. Ya Tuhan, apakah hamba-Mu yang manis ini pantas diperlakukan seperti ini hanya karena belum menyelesaikan tugas ibu guru yang sering menatapku seperti sedang melihat kutu di rambut gondrong Pak Tedye? Benar-benar tidak adil.

Akhirnya hukumanku pun berakhir. Aku masuk ke kelas dengan rasa bangga seolah baru saja pulang dari perang dan membawa kemenangan, layaknya Sarwo Edhi Wibowo yang menjadi pemimpin dan berhasil menguasai pemberontakan di Jakarta dalam penumpasan G-30-S. “Hari yang melelahkan,” ucapku sambil meletakkan tas di atas meja. Stela tertawa kecil, menatapku dari ujung kaki hinggga ujung rambut dan mulai berbisik. Aduh, apalagi yang dibicarakan nenek sihir itu.
Pelajaran kedua dimulai. Pak Dede masuk dengan membawa tumpukan kertas. Hatiku mulai gelisah, takut, dan… “Hari ini kita ulangan”

Deeeer…kalimat itu akhirnya keluar juga dari mulut ahli fisika di sekolahku yang terkenal sering membuat kejutan untuk muridnya itu, termasuk yang satu ini. “Ulangan dadakan.” Kalimat yang tadinya membuat hatiku gelisah dan takut itu kini berubah menjadi malapetaka. Yah, musibah kedua di hari Senin. Anak-anak di kelas komplain, protes, de el el. Termasuk yang benar-benar diragukan kemampuannya dalam hal berhitung dan menghafal rumus. “Tidak ada yang bicara, hanya ada kertas selembar dan pena!” ucapnya sambil menghitung lembaran kertas ulangan yang akan dibagikan.
Tidak ada yang kami lakukan selain menerima takdir. Sungguh menyedihkan. Kertas ulangan mulai dibagikan dan kini giliran untukku.

“Apa kamu sudah siap untuk ulangan, miss late?” Tanya Pak Dede sambil tersenyum sinis. Kumisnya yang bergaya ala Adolf Hitler tak lagi tampak lucu seperti hari-hari biasanya. Aku hanya terdiam dan sedikit tersenyum gelisah. Aku yakin dia sudah bisa membaca jawaban di jidatku yang sudah tertulis rapi “Saya Belum Siap.” Hari ini ku mohon ada mukjizat dan Joseph Black, John Dalton serta Prescott Joule berada di sampigku saat ulangan nanti.

Perangpun berakhir. Adolf Hitler sudah keluar lima menit yang lalu. Stela terlihat gelisah. Aku tahu kemampuannya dalam hal ini tak berbeda jauh denganku. Kegelisahanku berakhir. Dan masih ada waktu seminggu untuk merefleksikan telingaku, sebelum minggu depan diceramahi habis-habisan oleh ibu. Karena aku yakin nilai ulanganku kali ini pasti di bawah limapuluh. Sebab orang-orang pilihanku tadi tak menghampiriku dan memberikan jawaban. Siapa lagi kalau bukan Dalton, Joule, dan si Black. Kita lihat saja nanti.

“Kayaknya hari ini miss late nyantai-nyantai aja nih ulangannya…,” ucap Stela.
“Berhenti memanggilku dengan sebutan itu, pembual!” balasku sinis
“Kenapa? Nggak suka yah? Miss late..,” tambahnya lagi.
Kali ini sebutan itu terdengar lebih kuat. Hari ini aku terlalu lelah untuk meladeni nenek yang satu ini. Dan aku pilih cara yang satu ini.
“Eh, pembual….lo nggak nyadar yah?” balasku jengkel.
”Apa?” tanya Stela penasaran
“Ada deh. Tapi gue saranin jangan keluar kelas deh, ntar lo bisa malu seumur hidup,” jawabku sambil tertawa, keluar kelas.

Wajahnya pucat pasi. Darahnya menggebu-gebu, penasaran dan sibuk memperhatikan penampilannya. Dan aku pastikan dia bertanya pada teman-teman. “Ada yang salah dengan penampilanku hari ini? Make-up ku? Bajuku? Aksesorisku? Rambut baruku? Atau apa…?” Hahaha, aku suka itu.
***
Pulang sekolah, masih melewati jalan yang sama. Trotoar. Banyak kaki lima.Orangmondar mandir. Uhh… benar-benar sibuk. Kakiku melangkah pasti menuju jalan pulang, perempatan jalan terdekat menuju rumah. Dan di sinilah kutemukan sisi positif dari miss late yang benar-benar sudah membuatku terkenal. Huhh..tak kusangka.

“Terima kasih atas bantuannya kemaren,” ucap seorang pria berpostur tinggi tegap dengan rambut bergaya ala Lee Mong Long dalam serial drama Korea Sassy Girl kesukaanku. Mimpi apa aku semalam, cowok berparas manis ini tiba-tiba memotong jalanku.

“Untuk apa? Kita pernah kenal ya?” Tiba-tiba aku menyesal melontarkan kalimat itu. Bukan. Seharusnya aku bilang, “ya sama-sama…itu belum seberapa.” Tapi tidak mungkin, aku tidak mengenalnya. Dan kebaikan apa yang sudah aku lakukan untuknya, otakku berusaha membuka memori lama, tapi sosoknya benar-benar tak ada di sana.

“Kita memang nggak pernah kenal. Aku Satya,” balasnya sambil mengulurkan tangan.
“Lantas….” “Kamu miss late ‘kan?” Sialan. Harusnya dia bilang, “Kamu Joana anak kelas X.C yang manis itu ‘kan..” Mengapa nama itu yang mengawali pertemuanku dengan pangeran ini… huhhh “Yah… begitulah. Ada apa yah…,” balasku yang mulai gusar.

“Pak De-ku meminta aku mengucapkan rasa terima kasihnya ke kamu. Soalnya kemaren kamu sudah bantuin dia…” ucapnya. Waduh, aku benar-beanr ditipu oleh wajah manisnya yang kukira benar-benar Lee Mong Long. Ternyata logat Jawa itu keluar juga.
“Pak De kamu? Perasaan saya, saya enggak pernah bantuin Pak De kamu deh…salah orang kale…,” jawabku.
“Ndak. Aku ndak mungkin salah. Dia sendiri yang nunjukin orangnya ke aku. Dan orang itu kamu,” tambahnya lagi. Huhh, lama-lama aku dibuat kesal olehnya. “Ok. Langsung aja. Nama Pak De-mu?” tanyaku tanpa basa basi lebih jauh.
“Pak De Suryo. Satpam SMA mu…,” jawabnya.
Ya, Tuhan. Pak Suryo yang sering bukain pintu kalau aku terlambat itu ternyata punya keponakan semanis ini? Ke mana aja gue? Sial..tapi…
“Bantuan apa ya?” tanyaku lagi.
“Minjemin dia uang. Ingatkan?”
Aku mengangguk. Dia menatapku polos dan…
“Namanya bagus ya mbak…,” tambahnya.
Deeeer…nama kutukan itu? Baru kali ini mendapat pujian, dari orang semanis dia. Ya tuhan, aku benar-benar terharu. Hikz..hikz…

Huuuhhhh…pertemuan singkat ini benar-benar membuatku bahagia. Satyo dengan logat Jawa yang menipuku dengan tampang Lee Mong Long ini benar-benar membuatku gelisah siang dan malam. Jangan-jangan aku terkena penyakit berbahaya, Yah…apa lagi kalau bukan jatuh cinta. Bukankah penyakit itu berbahaya untuk anak seusia aku? Dan kumohon jangan pernah berhenti panggil aku miss late…”***

Minggu, 07 Februari 2010

10 Misteri Tubuh

10 Misteri Pada Tubuh Kita

Tahukah kamu????

Di sekitar kita terdapat banyak misteri yang menyangkut tubuh kita. Misalnya, kenapa ya kita ikut menguap ketika teman menguap? Atau, mengapa kita bisa merinding? Selama ini kita menerimanya saja, karena menganggap hal ini adalah banyak hal yang diciptakan Tuhan untuk kita. Ternyata, semua ini ada penjelasan ilmiahnya. Anda ingin tahu? Simak jawabannya berikut ini.

  • Mengapa kita cegukan?

Kelebihan makan, alkohol, rasa senang, atau stres, dapat menstimulasi saraf phrenic, yang mengontrol diafragma (lapisan otot yang mengontrol pernafasan). Diafragma ini lalu berkontraksi. Pada waktu yang sama, glotis (bagian dari pangkal tenggorokan dimana terdapat pita suara) menutup sehingga menutupi jalannya udara, demikian menurut Patricia Raymond, M.D., gastroenterologist di Chesapeake, Virginia. Saat itulah terjadi cegukan setiap beberapa detik. Cegukan yang normal terjadi beberapa menit saja, namun dalam kasus lain juga lebih lama. Cara mengatasinya antara lain dengan menahan napas sambil menelan ludah, atau bernafas di dalam kantong kertas.

  • Mengapa beberapa orang memiliki gigi yang sangat putih?

Seperti juga warna mata dan rambut, warna alami dari gigi diwariskan dari orangtua. "Beberapa orang memiliki enamel -lapisan tipis pada permukaan gigi- yang sangat putih, sementara enamel orang lain memiliki warna yang lebih kuning," ujar Richard Price, juru bicara American Dental Association. Mengonsumsi obat-obatan antibiotik seperti tetracycline atau amoxicillin sewaktu kecil juga mempengaruhi proses pengapuran yang menyebabkan perusakan warna. Beberapa jenis makanan tertentu juga menggelapkan gigi. Kopi, teh, cola, dan red wine adalah beberapa di antaranya. Jika hal ini yang terjadi, Anda harus menggunakan produk pemutih gigi atau menjalani perawatan tertentu.

  • Mengapa menguap itu menular?

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam edisi terakhir jurnal Cognitive Brain Research menyatakan bahwa jika Anda menguap karena ketularan orang yang ada di dekat Anda sebenarnya merupakan bentuk empati Anda padanya. Hal ini sama dengan jika Anda tertawa, dan teman Anda ikut tertawa. Menguap tidak hanya dipicu karena melihat seseorang menguap, tetapi juga karena mendengar, membaca, atau bahkan hanya karena berpikir tentang menguap," kata Steven Platek, Ph.D., profesor psikologi di Drexel University, Philadelphia, yang memimpin studi tersebut. Platek dan timnya meyakini bahwa ketularan menguap merupakan cara primitif dalam mengekspresikan perasaan orang lain terhadap diri kita.

  • Mengapa kepala kita pusing ketika meminum es?

Pusing terjadi ketika saraf pada langit-langit mulut distimulasi secara besar-besaran oleh makanan atau minuman dingin. Saraf-sarafnya memang ada pada mulut, namun pusat saraf ada di otak, sehingga di situlah Anda merasa ngilu. Lalu mengapa orang merasakan sakit di satu tempat, padahal stimulusnya di tempat lain? Seymour Diamond, M.D., executive chairperson dari National Headache Foundation, mengatakan, "Makan atau menyesap minuman dengan lambat tampaknya mengurangi efek dingin. Begitu mulai pusing, cara tercepat untuk menghilangkannya adalah minum sesuatu yang hangat."

  • Apakah wortel memang baik untuk mata?

Menurut Michael F. Marmor, seorang profesor ophthalmology di Stanford University School of Medicine, wortel dan semua makanan yang mengandung vitamin A memang baik untuk mata. Misalnya sayuran berwarna merah, kuning, oranye, dan hijau, termasuk ketela, mangga, dan pepaya, serta telur dan liver. Tubuh menggunakan vitamin A untuk mendukung sel saraf di dalam retina yang membantu memelihara penglihatan yang normal. Orang yang kekurangan vitamin A umumnya mengalami problem penglihatan, seperti rabun senja.

  • Mengapa ada kotoran di dalam telinga?

Membersihkan telinga dilakukan untuk mencegah benda asing masuk ke dalam saluran telinga. Kotoran telinga diproduksi oleh kelenjar-kelenjar di telinga bagian luar untuk melindungi telinga bagian dalam dari infeksi. Substansi yang lengket ini justru mencegah debu, kotoran, atau serangga masuk ke dalam telinga. Telinga dapat membersihkan diri sendiri. Kotoran itu akan bergerak perlahan ke atas dan keluar dari telinga, mengering, lalu rontok, atau tercuci ketika Anda keramas. Jika Anda mandi, bersihkan saja bagian luar telinga. "Saluran telinga itu seperti jalan buntu," kata Andrew Cheng, M.D., seorang spesialis THT di Manhattan Eye, Ear and Throat Hospital. "Membersihkan kotoran dengan cotton bud hanya membuat kotoran lebih masuk ke dalam." Anda juga bisa menggores saluran telinga, atau membocorkan gendang telinga.

  • Mengapa kita bisa merinding?

Merinding terjadi saat kita kedinginan, atau ketakutan. Ketika kita kedinginan, otot-otot di sekitar pori-pori berkontraksi, menyebabkan bulu tangan berdiri untuk menciptakan lapisan pengasingan, demikian menurut Richard Potts, Ph.D., anthropolog dan direktur Human Origins Program di Smithsonian Institutions National Museum of Natural History, Washington, D.C. Semua mamalia juga mengalami hal ini. Namun, "Manusia tidak memiliki cukup banyak bulu tubuh untuk merespons; hal itu merupakan sesuatu yang tertinggal saat kita mengenakan mantel yang berbulu," paparnya. Potts dan timnya berteori, bahwa berabad-abad yang lalu, ketika rambut pada nenek moyang kita cukup banyak, mereka tampak jauh lebih menakutkan. "Binatang buas pun akan mundur untuk mencari mangsa yang tidak begitu menakutkan," lanjutnya.

  • Mengapa remaja senang bangun siang?

Hal ini bukan disebabkan mereka malas. Saat masih kecil, melatonin -hormon yang mengatur siklus tidur-bangun- dikeluarkan kelenjar pada sore hari. Memasuki masa puber (dari usia 10-14 tahun), hormon melatonin dilepaskan lebih lambat, sekitar pukul 21.00-22.00. "Shift ini sering membuat remaja tidak mampu tertidur sebelum pukul 23.00," ujar pakar tidur remaja, Mary A. Carskadon, Ph.D., yang juga direktur Bradley Hospital Sleep and Chronobiology Research Laboratory, di Providence. Karena remaja masih butuh tidur sembilan jam atau lebih, mereka berusaha 'membayar' waktu tidur yang terbuang malam sebelumnya dengan tidur sampai siang."

  • Mengapa tangan dan kaki kita sering dingin?

Saraf-saraf yang mengontrol aliran darah ke tangan dan kaki lebih sensitif pada wanita daripada pria," jelas Mark Eskandari, M.D., ahli bedah vaskuler di Northwestern Memorial Hospital, Chicago. Jadi begitu suhu turun, pembuluh darah mengkerut, membuat aliran darah lebih pelan." Wanita juga memiliki tekanan darah lebih rendah daripada pria. Ketika Anda kedinginan atau stres, dan tekanan darah menurun, darah diarahkan ke jantung, menjauh dari tangan dan kaki.

  • Mengapa sendi bisa retak?

Ketika Anda meregangkan sendi dengan, misalnya, menekan-nekan ruas jari atau memutar tulang belakang Anda sehingga terdengar suara gemeretak, Anda dapat menyebabkan gelembung udara yang terbentuk antara kantong di dalam sendi meletus. Kantong-kantong ini membantu bantalan udara di antara tulang dan menjaganya tetap licin. Retaknya sendi sebenarnya tidak terlalu membahayakan. Menggeretakkan jari, engkel, lutut, atau sendi-sendi lain tidak menyebabkan arthritis, namun juga bukan kebiasaan yang baik. Rasa enak yang didapatkan orang saat menggeretakkan badan sangat psikologis sifatnya," kata James Applegate, seorang dokter keluarga di Grand Rapids, Michigan.

( Sinergi Team )

Rabu, 03 Februari 2010

Tatapan Cinta

segala keindahan turun ke bumi
disaat ku menatap matamu
menatapmu seakan menembus hati
sepertinya kau lihat hatiku


ku merasakan dirimu kumiliki
namun kenyataannya tak mungkin
mengapa harus kau orang yang terindah
yang tak bisa aku gantikan


cinta..
mengapa kau siksa aku
saat hidupku baik baik saja
ku hanya inginkan satu cinta
hindarkanlah aku


cinta..
matanya begitu indah
tak ada tatapan seperti dirinya
aku lemah bila didekatnya
hindarkanlah aku


seandainya ku pun bisa menghindari
ku tak bisa melupakanmu
sekali lagi bila kau menatapku
kau tahu apa yang kan terjadi


hindarkan aku …

oo…


cinta..
mengapa kau siksa aku
saat hidupku baik-baik saja
ku hanya inginkan satu cinta
hindarkanlah aku


cinta..
matanya begitu indah
tak ada tatapan seperti dirinya
aku lemah bila didekatnya
hindarkanlah aku


hindarkan aku …

cinta..

ouw…

sekedar cerita biasa....

huuummmmpphh................
akhir'x bisa pulkam juga....!!!

setelah bergulat di "Tembalang" sebuah kota yang dipadati oleh banyak mahasiswa dengan berbagai bentuk dan spesies...
setelah bergulat dan berjuang dengan 8 makul selama uas,..
setelah bergulat dengan beberapa dosen yang "anegh".. *heheee...maap eaa pak,,bu*
setelah bergulat dengan kertas-kertas KRS yang warna-warni kaya pelangi,, hiihiii....
dan setelah memelototi website "http://sia.undip.ac.id" dan melihat nilai semua makul + IP *yaaaa...banyak hal yang kurang memuaskan yang saia lihat disini*
but over all,, saia memanjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala karunia-Nya kepada saia.. Saia juga berterimakasih kepada orang tua saia yang selalu mensupport saia dan mendoakan saia.. tidak lupa kepada semua dosen beserta staff karyawan FT.Geodesi UNDIP dan kepada teman-teman Geodet '09 saia ucapkan terima kasih atas segala bantuannya. . . *maaf jikalau ada pihak-pihak yang lupa saia sebutkan*
Thanks a lot..... Arigatou Gozaimashita... Mersii... Xiexie...

Udahan aah pidato'x....
Cape eeuuy..... :-)

sekarang saat'x menikmati long holiday....
*ajiiib........!!! tpi membosankan jg sii*
Apakah yang akan saia lakukan 1 bulan ini???
Eeehhmm... entahlah...
There is no planning.....

sekian lama tag menjamah blog ini,,akhir'x bisa menjamah lagi... maklum, sibuk gitoe deeh,,hahaa..
mo cerita ap eaa???
anda mo pesan ap??
*lho ??? mank'x nie cafe ap???*

masii dalam kondisi cape nii,,setelah melakukan long trip (Semarang-Solo).
you know,,,setelah sekian lama aquwh ngincer ZAKUMI,,hari ini aquwh bisa memiliki'x !! Amazing....!! *kalau kata tukul*
*kalau kata iklan* senang'x hati quwh trun panas demam quwh... ahaaaahaaa....
ooh zakumi......... i get u now... like u so much..!! *lebay mode : on*

quwh berangkat jam 13.00 dari kost.
keluar kost aquwh jalan kaki ke indomaret (naroh kartu undian gitoe deeh,,doain menag eaa). trus aquwh berdiri di pinggir jalan menunggu jemputan ... (biasa pasukan kuning,hahaaa).
gag nyampe 5 mnit aquwh nungggu, dateng juga tuuh sii kuning, aquwh pun di antar sii kuning sampai patung kuda (gapura'x pangeran Diponegoro yang gagah abieeezZz deeh !! hihiiiii ).
turun dari sii kuning, langsung sambung sii orange (goes to SUKUN).
di dalem sii orange,,penuh anak2 SMP,,huum.... ngliad mereka sempet terbesit di benak quwh pengen jadi anak SMP lagi,,,,(masii bisa maen2 n banyol-banyolan gag jelas ma temen-temen.
Gag terasa udah nyampe di SUKUN ,,aquwh pun turun dari sii orange, dan berdiri terdiam menunggu bus patas AC ke Solo...
dalam pikiran quwh, aquwh berharap naik sii ijo....
kira-kira 20 menit nunggu, akhir'x dateng juga tuuh sii ijo. horree...hiduup ijoooo !!! *lebay*

SAFARI (nama bus)
dan......
teeet-oot.....!!!
WEew...???
ternyata setelah aquwh terlanjur masuk ke dalam...
sii ijo penuh.....tidaaaagghhhhhhh................"gw gag mo yaaa berdiri mpe Salatiga,,capee cuy !!"
Untunglah deretan kursi belakang masii kosong 2, aquwh pun langsung tancep gas duduk di situ.
Di sebelah kanan quwh bapak-bapak gaje gitoe deeh,,kaya orang gelisah+cape buanget+kusut.
Nah .... di sebelah kiri quwh ibu-ibu muda yang super aktif,,,neroocos teruuuus sampai dower...
aquwh pun mutusin dengerin musik di hp ajj, biar gag BT duduk diantara orang-orang anegh.
headseat udah berlabuh di telinga quwh,,
saat'x enjoy the trip..... hahaaaaaa....... :-D

wush.....wush....ngeeeeeng...Brrrrrmmmmm....bbreeeemmmm....Chiiit......
udah nglewatin Banyumanik,Ungaran,Bawen,(gag hafal selanjut'x),Salatiga,Boyolali,Kartasura,,
*ap'n sii nie,,gaje banget????*

setelah kurang lebih 2,5 jam perjalanan (13.30-16.05) nyampe juga di terminal Solo...
Alhamdulillah....
turun dari sii ijo, aquwh langsung capcus bayar peron (Rp.250 perak) masuk ke dalem terminal milih bus yang jurusan Wonogiri-Praci,,dan untung'x langsung dapet, gag pake nunggu dulu.
Serba Mulya... (nama bus)
aquwh duduk paling depan *wah....tumben*
aquwh mulai BT,, udah setengah jam nie bus gag jalan-jalan....huft panas euuy..... :-(
dan akhir'x.....
bruuummmm.......sang supir menyalakan bus,,,,
come on pak supir,,,
jalaaaaannnnnnnnnnnnnn..............................

blaa....bla......blaaaa....
bla....bla.....bla......
bla....bla....bla......
*heheeeeee.....banyak cerita selama di jalan tapi cape nulis'x*

langsung ajj eaa....
udah jam 18.00,,
aquwh liat ke kaca bus bagian depan yang tepat berada di depan quwh dan yang super gede,,
aquwh sadar....
i am in Wonogiri now..... !!!
yeeaaa aquwh udah nyampe.....
dan quwh turun di pertigaan dekat rumah...
hhuuup........!!
aquwh lompat dari bus,,,jalan menuju rumah........

assalamuallaikum....................
salam quwh terucap dari bibir seksi quwh,,,
ya...yaaa...yaaaa....
ternyata my mom is take a bath,,,and my dad is sleeping.....
miss them...

i am at home now...
in my room..

Home sweet home.....
i am tired but happy.... :-)

huumphh,,,seperti biasaaaaa....
udah gag ada kerjaan,,istirahat di rumah...
mulai kepikiran lagi,,
dan sampai sekarang aquwh nulis cerita ini,,,
*aquwh kangen dia ....!!!*

What is kanker serviks...???

bagi kalian2 semua yg cewe-cewe,,mohon perhatikan info quwh ini ,,,

attention please.....

Kanker Serviks
Kanker Serviks, The Silent Killer

1. Apa kah yg dimaksud dengan kanker leher rahim?
kanker leher rahim adalah tumor ganas yang tumbuh di daerah leher rahim (serviks), yaitu suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dan liang senggama (vagina). Dan ini sangat berbahaya dan bisa membuat dokter mengambil langkah, mengangkat rahim kita/ bisa menyebabkan kematian

2. Apakah gejala kanker leher rahim?
Keputihan
Perdarahan pada saat hubungan seksual
Ulkus pada porsio
Pada stadium lanjut terjadi fistel (hubungan) antara rektum dan vagina, terjadi perpindahan jauh.
Berkurangnya nafsu makan, penurunan berat badan, kelelahan,, nyeri pinggul ,punggung dan tungkai yg berlebihan , keluarnya air kemih dan tinja dari vagina, Patah tulang, sbd bahkan keputihan yg berlebihan atau sakit perut yg biasa terjadi pun bisa menjadi gejala, karena itu artinya ada yg salah di dalah rahim anda, karena menurut survey itu adalah suatu kondisi yg tidak boleh terjadi, meskipun banyak wanita yg mengatakan itu adalah hal biasa, namun sekali lagi kami tekankan, yg menjadikan penyakit itu biasa diantara wanita2 indonesia adalah penggunaan produk lokal yg tidak berkualitas bahkan cenderung merusak organ penting, makanya disini sangat disarankan berikan yg terbaik untuk vagina anda, karena itu lebih penting dari segalanya.

3. Kanker mulut rahim, menurut catatan kompas, menempati peringkat pertama kanker pada perempuan di Indonesia. Ada 15.000 kasus baru pertahun dengan kematian 8000 orang pertahun. Angka harapan hidup lima tahun jika kanker ini diketahui dan diobati pada stadium I adalah 70 – 75%, pada stadium 2 adalah 60%, pada stadium 3 tinggal 25%, dan pada stadium 4 penderita sulit diharapkan bertahan. (kompas, 13/5/2007, rubrik keluarga)

4. Penyebab kanker serviks
apa penyebab kanker leher rahim?
1.HPV (Human Papilloma Virus)
HPV adalah suatu virus yang dapat menyebabkan terjadinya kutil pada daerah genital (kondiloma akuminata), yang ditularkan melalui hubungan seksual. HPV sering diduga sebagai penyebab terjadinya perubahan yang abnormal dari sel-sel leher rahim.
2. Merokok
3. Hubungan seksual pertama dilakukan pada usia dini
4. Berganti-ganti pasangan seksual
5. Gangguan sistem kekebalan tubuh
6. Pemakaian pil KB
7. Infeksi /pemakaian bahan kimia secara menahun
8. Penggunaan pembalut yg kualitasnya rendah
9. penggunaan bahan kimia yg terlalu berlebihan untuk rahim/vagina
10. pembiaran/cuek terhadap masalah2 miss v yg sudah berlebihan contohnya keputihan yg berlebihan

5. Stadium kanker serviks
Stadium 1 : sel tumor masih terbatas di daerah serviks
Stadium 2 : sel tumor telah keluar dari serviks dan mencapai daerah 2/3 bagian atas vagina namun belum mencapai dinding panggul
Stadium 3 : sel tumor telah mencapai 1/3 bagian bawah vagina dan telah mencapai dinding panggul
Stadium 4 : sel tumor telah mencapai kandung kencing atau mukosa rektum atau sel tumor telah berpindah jauh atau sel tumor telah keluar dari panggul kecil

6. bagaimana cara pencegahan kanker leher rahim?
percaya ga percaya sebaiknya ganti pembalut anda yg tidak berkualitas, jaga kebersihan vagina, gunakan pantyliner untuk menghentikan gejala2 yg mungkin terjadi , peduli terhadap masalah miss v yg dating setiap bulannya dan juga dapat dilakukan dengan program skrinning dan pemberian vaksinasi. Di negara maju, kasus kanker jenis ini sudah mulai menurun berkat adanya program deteksi dini melalui pap smear. Vaksin HPV akan diberikan pada perempuan usia 10 hingga 55 tahun melalui suntikan sebanyak tiga kali, yaitu pada bulan ke nol, satu, dan enam. Dari penelitian yang dilakukan, terbukti bahwa respon imun bekerja dua kali lebih tinggi pada remaja putri berusia 10 hingga 14 tahun dibanding yang berusia 15 hingga 25 tahun,,

7. Masa pra kanker serviks
Serviks memiliki dua jenis epitel yaitu kolumnair dan skwamosa yang dihubungkan dengan sambungan skwamosa kolumnair (squamous-columnar junction), bagian antara bibir luar dan dalam leher rahim, bisa mengubah sel menjadi abnormal. Masa pra kanker (setelah sel berubah menjadi abnormal) adalah masa tiga tahapan perubahan sel yang disebut cervical intraepithelial neoplasia (CIN), yaitu CIN 1, CIN 2, dan CIN 3. Setelah CIN 3, sel yang abnormal itu menjadi sangat tebal dan akhirnya menjadi kanker. Perubahan CIN 1 menjadi kanker membutuhkan 3 – 10 tahun sehingga deteksi dini sangat penting.

8.Pengobatan kanker serviks
Pencegahan dan deteksi dini sangatlah penting sebab jika kanker di temukan pada saat stadium dini maka harapan hidup lebih lama dibandingkan dengan kanker yang memasuki stadium lanjut. Adapun pengobatan KMR adalah dengan kemoterapi, radioterapi hingga pembedahan.
sebaiknya pada saat2 sekarang ini, anda sudah melakukan terapy pembalut khusus yg kami sarankan agar semua gejala dapat hilang sekarang ini, jadi anda tidak membuang waktu untuk menunggu kanker itu datang, ok


utk lebih jelas add Facebook 'mencegah kanker leher rahim & masalah haid juga keputihan (AT - II)'