Kamis, 17 Maret 2011

REALIGI

DEMI MASA

Wal Asri !!.. Sesungguhnya Manusia Dalam Kerugian yang NYATA.. yayaya.. Wal Asri !!.. Sesungguhnya Manusia Dalam Kerugian yang NYATA.. Dan demi waktu.. ooo.. detik demi detik berlalu.. menit demi menit berjalan.. jam demi jam terlewati.. hari berganti hari.. bulan dan tahun terus melaju tanpa henti.. bahkan setiap detiknya.. kesemuanya itu yang ada hanya lah 3 waktu saja.. Saat kemarin.. Saat ini.. dan saat akan datang.. begitu posisi sudah ada di saat ini.. maka saat kemarin sudah terlewati dan masuk dalam Alam Lamunan Tuhan.. dan begitu pula saat akan datang.. sesungguhnya masih berada pada Sirr/Rahasia Tuhan..



Maka di katakan Allah dalam Al Qur’an : Wal Asri.. Demi Masa.. Innal Insaana Lafii Khusri.. Sesungguhnya Manusia itu dalam kerugian.. kerugian yang NYATA.. yayaya.. Demi Masa Sesungguhnya Manusia Dalam Kerugian yang Nyata karena selalu disibukkan dengan ke EGOAN dan ke DIRIannya sendiri.. selalu merasa dan merasa.. merasa bisa ini itu.. merasa tahu ini itu.. merasa paling ini itu.. merasa dirinya bisa dan hebat.. merasa memiliki sesuatu.. merasa berilmu dan beramal shaleh.. merasa paling baik dan benar.. itulah tanda bahwa diri manusia sungguh sungguh tiada mengerti bahwa setiap detiknya waktu yang ada semuanya itu berada dalam Genggaman Tuhan… bahkan Ubun ubunnya berada dalam Kuasa Tuhan…

Bagaimana bisa dikatakan dirinya hidup.. dirinya sudah benar.. dirinya sudah baik.. dirinya sudah beramal.. dirinya berusaha.. dirinya berkemampuan.. dirinya berilmu.. dirinya pandai.. dirinya sukses.. dirinya mendapatkan harta yang berlimpah.. dirinya berkedudukan yang tinggi.. dlll.. dll… dll… Sungguh apakah benar semua itu terjadi karena Daya Upayanya sendiri ???.. Sedangkan Firman ALLAH berkata : Tiada bergerak sebesar zarahpun.. sekecil debu pun.. tanpa IZIN ALLAH.. melainkan semuanya itu pun berada dalam genggaman Tuhan.. bahkan untuk mengangkat tangan, garuk garuk dan ngupilpun manusia hanya bisa karena IZIN ALLAH.. karena Kehendak dan Kekuasaan ALLAH.. bergeraklah alam semesta dan segala isinya tiada lain karena Qudrat dan IradatNYA..

Dan sesungguhnyalah karena Qudrat dan IradatNYA manusia datang ke alam dunia dalam Fitrah diri.. dalam kesucian diri.. dalam kebersihan hati nurani dan keluguan serta kepolosan angan angan akal pikiran.. Dan demi masa.. waktu berjalan berkembang cepat masuk dalam rekaman alam bawah sadar.. dan sang waktu terus mulai mengisi sedikit demi sedikit dengan keduniawian.. alam bawah sadar terus menerus merekam perjalanan lahiriah.. alam bawah sadar dipenuhinya dengan angan angan dan nafsu keduniawian.. perencanaan hidup yang enak dan nikmat menurut akal pikiran masing masing.. terlindaslah manusia oleh kedirian dan keegoannya.. tanpa pernah dirinya menyadari barang sedikitpun.. Sesungguhnya yang UTAMA dan TERUTAMA manusia turun ke dunia yang fana.. untuk melakukan kembali perjalanan bathiniah malahan terlupakan.. tiada terisi perjalanan mental spiritual.. olah rasa.. belajar menjadi orang yang BISA MERASA.. kata embah Gendut.. melainkan terdidik menjadi orang yang MERASA BISA.. tanpa menyadari manusia sedang menggali kuburnya sendiri.. alam bawah sadarnya hanya merekam Materialisme keduniawian..

Sesungguhnya langkah pertama adalah meraih Fitrah diri.. merekam dan mengingat kembali alam bawah sadar kita akan perjalanan sebelumnya.. sangkan paraning dumadi.. mengenal diri sebenar diri.. bukan hanya memikirkan perjalanan dan kesenangan lahiriah dan berolah akal pikiran dan angan angan.. tetapi mulai olah rasa.. melatih mental spiritual.. meningkatkan EQ dan SQ.. menemukan diri sebenar diri.. menjadi manusia meliputi lahir dan batin.. Fitrah Diri Manusia.. Jati Diri Manusia ini sesungguhnya baru merupakan Pintu Gerbang Ketuhanan.. hmm.. Sejujur dan Sebenarnya Tiket masuk pembuka pintu Gerbang Ketuhanan hanyalah satu.. di dalam La Hawla Walla Quwata.. sangatlah mudah untuk mengucapkannya tapi SESUNGGUHNYA SANGATLAH SEDIKIT SEKALI manusia yang menemukan FREKWENSI HATI dari La Hawla Walla Quwata tersebut..

Lanjuuuuuut.. Karenanya mematikan diri itu tidak hanya sebatas mematikan ke AKU an diri.. tetapi yang lebih utama sekekali adalah mati dalam Hidup dan Hidup dalam Mati.. sehingga tiada dikenal lagi baginya.. manakah yang dikatakan Mati ??.. dan manakah yang dikatakan Hidup ??.. selama masih Hidup.. pasti suatu saat akan Mati.. dan apa bila ada Mati pasti ada Hidup.. dan Hidup maupun Mati.. itu adalah Sifat dalam Dunia (Permainan Dunia).. dan di balik kehidupan dan kematian itu….disitulah kehidupan yang sesungguhnya.. yang tidak bisa dikatakan mati lagi dan tidak juga bisa dikatakan Hidup

Kehidupan yang Hidup dalam Hidup-Nya sendiri.. Kehidupan yang berdiri dengan sendirinya.. inilah sesungguhnya Hidup semakin Hidup bahkan tiada di sebut Hidup lagi.. melainkan yang ada hanyalah DIAM dalam ke DIAM anNYA.. Esa dalam ke Esa-anNya tiada antara dan tiada berantara.. maka pandanglah sesuatu itu, maka tidak lah yang di pandang melainkan Ia jua yang memandang.. lebur segala pandangan ke dalam yang memandang.. lenyap segala ragam warna dan bentuk.. musnah segala perbedaan.. hancur lebur.. musnah sudah tak berbekas.. tinggallah DIRI-Nya sendiri dalam ke DIAM an-Nya… yang tiada perbedaan.. yang tiada perpecahan.. yang tiada ragam macam.. hanya SATU dalam ESA.. dan ESA meliputi SATU.. Subhanallaaaaaaaah.. wallahuallaaaaam..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar